Pebisnis Indonesia Kurang Memiliki Kejujuran dan Kedisiplinan?

Ada dua hal yang jarang dimiliki pelaku usaha dan wiraswasta Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya, yakni jujur dan disiplin. Di negara-negara berkembang, dua hal itu sudah menjadi karakter dan budaya.

“Di Norwegia, misalnya, penduduknya terbiasa jujur dan disiplin. Mereka merasa malu dan menganggap aib jika membual dan jika tak tepat waktu, apalagi kalau sampai terjadi berulang. Adapun di Indonesia, kita bisa menjumpai banyak contoh ketidakjujuran dan ketidakdisiplinan berulang-ulang. Ya pantas, Indonesia sulit maju,” ujar Ahmad Sumiyanto, Praktisi Al Iklhas Grup, yang juga Komisariat Bank Madinah Syariah Yogyakarta, Senin (24/8).

Dia menyampaikan hal itu dalam workshop Jogja Business Day di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Ahmad, mengutip pernyataan Ciputra, pebisnis top Indonesia, mengatakan bahwa pebisnis yang berjiwa jujur dan disiplin di Indonesia baru mencapai 0,8 persen dari total pebisnis. Di negara maju, angkanya bisa 4 persen.

“Pebisnis dalam hal ini adalah kelas menengah ke atas, yang beromzet minimal Rp 1 miliar,” ujarnya.kompas.com

Tinggalkan komentar